Kenapa 1,2 Juta Anak Bisa Terkena Diabetes di Tahun 2021?

Tentu saja jawabannya adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula yang tinggi. Tampaknya sudah tidak perlu diperdebatkan lagi bahwa gula tidak sehat bila dikonsumsi berlebihan.

Lalu berapa asupan gula yang direkomendasikan agar anak-anak kita tetap sehat?

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia merekomendasikan 50 gram gula per hari untuk setiap anak. Sedangkan World Health Organization merekomendasikan 25 gram gula per hari untuk setiap anak. Mana yang hendak diikuti, itu diserahkan kembali kepada masing-masing orang tua.

Yang harus kita sadari adalah, gaya hidup modern di kota dapat menyebabkan anak terkena diabetes. Tanpa kita sadari, makanan-makanan yang kita anggap sehat bisa jadi memiliki kandungan gula yang tinggi. Para penjual makanan ‘sehat’ mencitrakan produk mereka sedemikian rupa, tetapi tidak pernah memberi penekanan tentang kandungan gula yang ada di dalam produk mereka.

Memang tidak ada hukum yang dilanggar. Takaran saji yang dicantumkan dalam kemasan juga sudah disesuaikan agar kandungan gula dalam produk selalu ada di bawah kebutuhan gizi harian. Masalahnya adalah: seberapa jauh di bawah?

Mari kita ambil contoh. Anak kita meminum minuman yang diklaim sehat dan mengandung 19 gram gula. Dengan menggunakan standar yang direkomendasikan WHO, yakni 25 gram / hari, maka anak kita hanya boleh memakan 25 gram – 19 gram = 6 gram gula lagi. Apa mungkin? Secara, banyak masakan yang menggunakan kecap, saus tomat, dan mayonaise. Tahu ‘kan, berapa kandungan gula di dalamnya?

Sebagai orang tua, kita perlu membiasakan diri membaca nilai gizi sebelum memberikan apapun kepada anak. Dengan demikian, kita bisa menghindarkan anak dari bahaya diabetes sekaligus menanamkan pola hidup sehat.

Ada yang bilang, Knowledge is power. Mari gunakan ilmu pengetahuan ini untuk mencegah diabetes pada anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published.